Barang siapa berniat untuk bersedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya
Beranda » Proposal

Proposal

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.”

Redaksi ayat tersebut termaktub didalam Q.S An-Nisa` ayat 9, menegaskan agar kita peduli dengan keberlanjutan generasi penerus yang tidak lemah, akan tetapi generasi yang kuat baik dalam hal pendidikan maupun ekonomi, baik ruh maupun jasmani, baik materi maupun imateri dan kuat dalam segala hal karena mereka kelak akan melanjutkan kehidupan ini, ditangan merekalah masa depan bangsa ini dipertaruhkan, membiarkan mereka lemah dalam segala hal berarti kita ikut andil menghancurkan masadepan kehidupan ummat, demikian pula sebaliknya ketika kita peduli terhadap mereka maka apa yang kita lakukan demi mewujudkan masa depan mereka baik dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi maupun yang lainnya maka ini akan menjadi catatan amal jariah yang akan terus mengalir tiada putus-putusnya.

Keturunan yang dimaksud ayat tersebut tidak semata bermakna anak yang mempunyai pertalian darah, akan tetapi keturunan dalam arti kata yang seluas-luasnya.

Anak-anak yatim, anak-anak terlantar, anak-anak dhu`afa, anak –anak jalanan pun dapat dikategorikan dalam ayat tersebut.

Didalam UUD 1945 Pasal 34 ayat (1) disebutkan bahwa fakir miskin dan anak – anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Maka secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa semua orang miskin dan anak-anak terlantar pada prinsipnya dipelihara oleh negara, tetapi pada kenyataannya yang ada di lapangan bahwa tidak semua orang miskin dan anak terlantar dipelihara negara.

Penanganan masalah anak merupakan masalah yang harus dihadapi bukan hanya pemerintah saja, tetapi juga setiap orang yang berada dekat anak tersebut harus dapat membantu pertumbuhan anak dengan baik. Untuk itu sebagai bagian dari komponen bangsa kita harus ikut andil dan bertanggung jawab dalam upaya membangun karakter yang kuat bagi generasi-generasi tersebut agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh, menjadi generasi yang kuat baik jasmani mahupun rohani, beriman dan bertakwa, berkualitas, bermartabat, mandiri, bertanggung jawab dan punya kesadaran yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya.

Maka dari generasi inilah kelak kita harapkan tampil menjadi pemimpin yang baik.

Syarat pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berilmu pengetahuan (ulil albab), berakhlaqul karimah dan memiliki jiwa kepemimpinan. Pendidikan keimanan adalah sebagai penanaman pondasi dan tanggung jawab, pendidikan fisik atau jasmani merupakan persiapan dan pembentukan, dan pendidikan moral merupakan penanaman dan pembiasaan. Sedangkan pendidikan rasio atau akal merupakan penyadaran, pembudayaan, dan pengajaran. Keempat pendidikan tersebut saling berkaitan erat dalam proses pembentukan karakter pendidikan secara integral dan sempurna, untuk membangun generasi menjadi manusia yang konsisten dan siap melaksanakan kewajiban, rísalah dan tanggungjawab nya.

Alangkah indahnya iman jika dibarengi dengan pemikiran yang cerdas, dan alangkah mulianya akhlak jika dibarengi dengan kesehatan fisik. Generasi Umat ini tak kan lagi menjadi bagian dari kumpulan manusia yang hanya tampak banyaknya saja namun seperti buih dilautan akan tetapi mereka adalah generasi yang mengedepankan fi`lul khoirat (karya nyata) dalam hidupnya dengan pondasi keimanan dan ketaqwaan yang kokoh dan matang.

Hal ini menjadi sebuah beban yang berat jika upaya penyiapan pembinaan generasi ini hanya dilakukan oleh segelintir orang namun akan terasa lebih ringan dan indah jika dilaksanakan secara berjamaah dan melibatkan semua unsur yang bertanggung jawab atas kondisi generasi penerus bangsa, baik dari pihak masyarakat yang memiliki keperdulian pada pembinaan nya, lembaga pemerintahan, ulama serta semua unsur pendidikan dan lembaga umat yang bekerjasama dan mengutamakan ketauhidan didalamnya.

Dari Sahl bin Sa’ad r.a berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.

Program utama yayasan Cahaya Qalbu Insani berorientasi kepada pemberian santunan dan pendidikan yatim piatu dan dhuafa.

Dalam kesempatan ini kami mengharap dukungan dari Bpk./Ibu/Sdr. untuk dapat memberikan dukungan moril dan materiil untuk terlaksananaya program Yayasan Cahaya Qalbu Insani.

Semoga amal baik anda semua mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah SWT.

 

Pengurus Yayasan Cahaya Qalbu Insani

 

 

Abdul Syukur, S. Pd.I.

Ketua Umum

Proposal | Cahaya Qalbu Insani

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan ? Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Yayasan Cahaya Qolbu Insani

Kantor Yayasan

Jl. Raya Karang Satria, Kp. Rawakalong,

No. 129, Rt 002 Rw 05, Desa Karang Satria,

Kec. Tambun Utara, Kab. Bekasi

 

Telpon : 021-82654306

Hotline : 0821-1198-6351

Email : cahayaqolbuinsani@gmail.com

Rekening Donasi

Bank Mandiri Cabang Bekasi

No. 156-00-1194267-1

a/n : Yayaysan Cahaya Qalbu Insani

 

BRI Cabang Bekasi

No. 0139-01-003282-30-9

a/n : Yayaysan Cahaya Qalbu Insani

 

Bank BCA

No. 7391269703

a/n : Yayasan Cahaya Qalbu Insani

 

Rekening Wakaf

Bank Muamalat

No. 3470011369

a/n : CAHAYA QALBU INSANI YYS